Juli 14, 2009 pada 6:37 am (Uncategorized)
Sadar atau tidak, kita telah mengikuti antagonisme pendidikan “gaya bank” : guru mengajar, murid belajar, guru tahu segalanya, murid tidak tahu apa – apa, guru berpikir murid dipikirkan, guru bicara murid mendengarkan, guru mengatur murid diatur, guru memilih dan memaksakan pilihannya murid menuruti, guru bertindak murid membayangkan bagaimana bertindak sesuai dengan tindakan gurunya, guru memilih apa yang akan diajarkan murid menyesuaikan diri, guru mengacaukan wewenang ilmu pengetahuan dengan wewenang profesionalismenya murid mempertentangkannya dengan kebebasan murid-murid, guru adalah subyek proses belajar murid adalah obyeknya.
Dengan demikian tak pernah ada dialog, yang ada hanya monolog gaya butet. Tak ada kreatifitas yang ada hanya hafalan. Tak ada orisinalitas yang ada hanyalah peniruan dan pembajakan. tak ada kedaulatan yang ada hanyalah penjajahan. Tak ada percakapan “antardalang”, yang ada hanyalah seorang “dalang” dengan setumpuk “wayang”. Tak ada kemitraan, yang ada hanyalah majikan buruh atau tuan budak belian. Tak ada pemimpin sejati yang ada hanyalah manajer dan makelar, yang antara lain menguasai Departemen Pendidikan.
Sesungguhnya kita tidak pernah tahu apa yang dalam beberapa dekade terakhir ini dapat kita harapkan dari sekolah dan universitas kecuali uang gedung yang mahal, gaji guru yang tidak manusiawi, terpinggirkannya ilmu – ilmu murni oleh ilmu – ilmu terapan yang laku dijual cepat, badut – badut serta makelar – makelar yang menjajakan gelar, dan ilusi – ilusi “sekolah unggul” atau “sekolah pemimpin masa depan”. Kita tidak pernah tahu mengapa Pancasila dan kewajiban mengikuti penatarannya yang sekian puluh atau sekian ratus jam itu tidak melahirkan orang – orang yang punya budi pekerti, bermoral dan berkarakter terpuji. Kita tidak pernah sungguh – sungguh tahu apa itu “pelacuran intelektual” dan apa bedanya dengan “pengkhianatan intelektual” atau bagaimana seharusnya “peran intelektual” itu. Kita tidak pernah tahu mengapa sekolah maupun universitas tidak pernah membuat orang menjadi terbuka pikirannya, apalagi yang peka nuraninya.
Akan tetapi, kita tahu bahwa baik sekolah maupun universitas yang kita bangun dan kita subsidi supaya dianggap bangsa yang beradab ternyata lebih banyak melahirkan manusia – manusia “biadab”.
bersambung
“Menjadi Manusia Pembelajar”
ANDREAS HAREFA
Tinggalkan sebuah Komentar
Juli 9, 2009 pada 4:02 pm (Uncategorized)
& Komentar
Juli 2, 2009 pada 7:29 am (Uncategorized)
Hari pertama PSB di SMK Negri 3 Batu tercatat 82 orang yang mengambil formulir pendaftaran, sampai berita ini ditulis. Ada yang beda untuk pendaftaran tahun ini karena pengambilan formulir dan pendaftaran tidak dipungut biaya alias GRATIS !!! .
Sampai saat ini pula tercatat baru 1 pendaftar yang telah mengembalikan formulir pendaftaran dgn berrkas – berkas apendaftaran yang telah ditentukan oleh panitia
1 Komentar
Juni 30, 2009 pada 11:47 am (Uncategorized)
Pada tahun 2009 ini SMK Negeri 3 Batu membuka pendaftaran siswa baru dengan jurusan BROADCASTING, MULTIMEDIA, dan yang terbaru ANIMASI.
Pengambilan formulir pendaftaran sendiri dibuka mulai tanggal 2 – 6 Juli 2009. dan siswa siswa yang diterima di SMK Negeri 3 Batu akan diumumkan pada tanggal 10 Juli 2009.
Pendaftaran ini terbuka bagi seluruh pelajar di Indonesia.
& Komentar
Juni 15, 2009 pada 11:26 am (Uncategorized)
Hari ini senin, 15 Juni 2009 telah diumumkan nama – nama siswa – siswi SMK Negeri 3 batu. Dengan acara yang sederhana namun khidmat tampak sebagian besar undangan yang hadir meneteskan air mata karena haru dan bahagia.
Tuntas sudah pengorbanan mereka selama 3 tahun ini. Tapi jangan lupa tugas terberat adalah mengisi hari – hari setelah pelulusan ini, mau kemana mereka ke depannya ditentukan mulai sekarang.
Apapun yang terjadi, bersiap siaplah guys……tugas berat menanti anda. SUKSES selalu
Tinggalkan sebuah Komentar
Juni 15, 2009 pada 11:20 am (Uncategorized)
& Komentar
Juni 15, 2009 pada 11:18 am (Uncategorized)
& Komentar
Juni 6, 2009 pada 5:21 am (Uncategorized)
PRAMUKA
Pramuka (Praja Muda Karana) merupakan sebuah perkumpulan atau organisasi yang bredasarkan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka. Bertujuan untuk menanamkan jiwa kepramukaan bagi seluruh anggota pramuka itu sendiri. Sejak bulan Mei 2008, di SMK Negeri 03 Batu, kegiatan Pramuka juga sudah mulai dilaksanakan sebagai sebuah ekstrakurikuler yang dilaksanakan setiap hari sabtu, bertempat di SMA Negeri 01 Batu, dan hingga saat ini siswa SMKN 03 Batu yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, antara lain Ratna Afrilia, Surotul Ilmia, dan Sustika Nuri.
Pada awalnya, ekstrakurikuler pramuka di SMKN 03 Batu masih belum diadakan, kemudian seiring berjalanya waktu, akhirnya kegiatan pramuka diadakan di SMKN 03 Batu karena keinginan para siswa untuk mengikuti kegiatan Pramuka. Sejak diadakannya kegiatan pramuka di SMKN 3, Siwa yang berminat mengikuti kegiatan Pramuka mencapai belasan siswa. Namun, Akhirnya sebagian siswa mulai mengudurkan diri, Karena factor liannya.
Motivasi siswa-siswi SMKN 3 Batu mengikuti tersebut adalah untuk menanamkan jiwa keamukaan seperti dalam tri satya dan Dasa Dharma Pramuka. Pda Tanggal 13, 14, 15 Februari 2009, Ketiga siswi SMKN 3 Batu tersebut mengikuti LOSIGAL Yaitu Lomba Prestasi Penggalang Legional Se-Malang Raya yang di laksanakan di Gelora Arjuno. Hal ini Membuktikan bahw, Siswa SMKN 3 Batu juga bias berpartisipasi dan berpprestasi dalam bidang kepramukaan dan bias menjadi motivasi tersendiri bagi siswa-siswa yang lain untuk mengikuti dan bergabung dalam kegiatan lainnya di luar sekolah.
Harapan Ketiga siswi tersebut dalam memajukan pramuka dan menerapkan sifat Pramuka pada siswa SMKN 3 Batu agar seluruh siswa bias menerapkan rasa tenggung jawab, mandiri, dan disiplin. Walaupun Pramuka bukan menjadi suatu kegiatan yang banyak diminati, namun Pramuka yang dapat diterapkan siswa-siswa di sekolah, banyak sisi positif dari kegiatan Pramuka yang dapat di terapkan di sekolah, Karena kegiatan pramuka mengajarkan setiap anggota untuk selalu bertanggung jawab, dan siswa akan menerapkan tanggung jawab, dan siswa akan menerapkan tanggung jawab pula terhadap tugas-tugas di sekolah. Kegiatan Pramuka juga mengajarkan siswa untuk menerapkan dan memupuk budaya gotong royong, Bekerja sama, dan tolong menolong pada setiap siswa dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari.
Batu,20 Maret 2009
Narasumber: Ratna Afrilia
Sustika Nuri
Tinggalkan sebuah Komentar
Juni 6, 2009 pada 5:20 am (Uncategorized)
& Komentar